Data Pengurus di SPT Badan Dobel?
Jangan Dihapus Sebelum Lakukan Ini
Butuh Solusi Audit, Keuangan & Pajak yang terpercaya?
Data Pengurus di SPT Badan Dobel?
Jangan Dihapus Sebelum Lakukan Ini
Masyhuri Solusindo
diterbitkan pada 14 April 2026
Saat melakukan pelaporan SPT Tahunan Badan melalui sistem Coretax, tidak jarang wajib pajak menemukan data pengurus perusahaan muncul dobel. Kondisi ini bisa membingungkan dan berisiko menimbulkan kesalahan pelaporan jika tidak ditangani dengan tepat.
Sebelum buru-buru menghapus data tersebut, ada beberapa hal penting yang wajib kamu pahami.
Duplikasi data pengurus dalam SPT Badan biasanya terjadi karena beberapa faktor berikut:
Sinkronisasi data dari sistem lama ke Coretax belum sempurna
Input manual yang dilakukan lebih dari satu kali
Perubahan struktur pengurus yang belum diperbarui dengan benar
Data dari pihak ketiga (misalnya notaris atau OSS) ikut terbaca ganda
Sistem dari Direktorat Jenderal Pajak sendiri memang menarik data dari berbagai sumber, sehingga potensi duplikasi bisa terjadi.
Menghapus data pengurus tanpa pengecekan bisa menimbulkan masalah, seperti:
Data legal perusahaan menjadi tidak sesuai
Ketidaksesuaian dengan dokumen resmi (akta perusahaan)
Potensi error saat submit SPT
Risiko pemeriksaan atau klarifikasi dari pihak pajak
Karena itu, langkah ini tidak boleh dilakukan sembarangan.
Bandingkan data pengurus di SPT dengan:
Akta pendirian
Akta perubahan terakhir
Pastikan siapa saja yang masih aktif secara legal.
Perhatikan detail berikut:
Nama lengkap
NIK/NPWP
Jabatan (Direktur/Komisaris)
Tentukan mana data yang benar dan mana yang duplikat.
Jika memungkinkan, telusuri asal data:
Input manual
Data prepopulated dari sistem
Integrasi data eksternal
Ini penting untuk mencegah duplikasi muncul kembali.
Jika sudah yakin:
Hapus hanya data yang benar-benar duplikat
Pastikan minimal satu data pengurus tetap valid
Simpan perubahan secara berkala
Jika masih bingung, sebaiknya konsultasikan ke:
Account Representative (AR) pajak
Konsultan pajak profesional
Hal ini penting untuk menghindari kesalahan fatal dalam pelaporan.
Update data pengurus secara berkala
Hindari input data yang sama berulang
Pastikan perubahan perusahaan selalu dilaporkan
Simpan arsip data legal perusahaan dengan rapi